Senin, 18 Juli 2011

NAPZA, Kenapa Bahaya?

Sebetulnya penggunaan narkotik, obat-obatan, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) untuk berbagai tujuan telah ada sejak jaman dahulu kala. Masalah timbul bila narkotik dan obat-obatan digunakan secara berlebihan sehingga cenderung kepada penyalahgunaan dan menimbulkan kecanduan (dalam bahasa Inggris disebut “substance abuse”). Dengan adanya penyakit-penyakit yang dapat ditularkan melalui pola hidup para pecandu, maka masalah penyalahgunaan NAPZA menjadi semakin serius. Lebih memprihatinkan lagi bila yang kecanduan adalah remaja yang merupakan masa depan bangsa, karena penyalahgunaan NAPZA ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan, sosial dan  ekonomi suatu bangsa.

Dalam istilah sederhana NAPZA berarti zat apapun juga apabila dimasukkan keda1am tubuh manusia, dapat mengubah fungsi fisik dan/atau psikologis. NAPZA psikotropika berpengaruh terhadap system pusat syaraf (otak dan tulang belakang) yang dapat mempengaruhi perasaan, persepsi dan kesadaran seseorang.

Secara umum, NAPZA dibedakan dari efek yang dihasilkannya, yaitu :

a. Stimulan (Perangsang). Obat jenis ini meningkatkan aktifitas dalam sistem syaraf pusat dan otonom. Obat perangsang bekerja mengurangi kantuk karena kelelahan, mengurangi waktu makan dan menghasilkan insomnia, mempercepat detak jantung, tekanan darah dan pemapasan, serta mengerutkan urat nadi, membesarkan biji mata. Obat perangsang yang paling banyak dipakai adalah: nikotin (dari nikotin tembakau), kafein (terdapat dalam kopi, teh, coklat, minuman ringan), amfetanium, kokain (dari erythroxylum pohon koka), dan crack  (kristalisasi bentuk dasar kokain).

b. Anti Depresan, yaitu sejenis obat yang mempunyai kemampuan untuk memperIambat fungsi sistem syaraf pusat dan otonom. Obat anti depresan memberikan perasaan melambung tinggi, memberikan rasa bahagia semu, pengaruh anastesia (kehilangan indera perasa), pengaruh analgesia (mengurangi rasa sakit), penghilang rasa tegang dan kepanikan, memperlambat detak jantung dan pernafasan serta dapat berfungsi sebagai obat penenang dan obat tidur. Obat anti depresan yang sering dipakai meliputi: obat penenang Hipnotis, alkohol, benzodiazepines, obat tidur (dengan nama dagang seperti Valium dan Rohypnol), analgesik narkotika (opium, morfin, heroin, kodein), analgesik non-narkotika (aspirin, parasetamol), serta anastesia umum seperti ether, oksida nitrus.

c. Halusinogen. Sejenis obat yang memiliki kemampuan untuk memproduksi spektrum pengubah rangsangan indera yang jelas dan pengubah perasaan serta pikiran. Akibat yang disebabkan oleh halusinogen dan reaksi subyektif terhadap pengaruh-pengaruh tersebut bisa bebeda jauh antara satu pemakai dengan pemakai yang ragamnya mulai dari perasaan gembira yang luar biasa sampai perasaan ngeri yang luar biasa. Contohnya: LSD, psilocybin, jamur (juga dikenal sebagai jamur sakti), dan DMD atau detura yang berasal dari bunga terompet.

d. Klasifikasi NAPZA yang lain. Jenis-jenis obat yang tidak berpengaruh secara langsung terhadap sistem syaraf pusat dan otonom, namun jenis-jenis obat tersebut berpengaruh langsung terhadap bahan-bahan kimia otak yang spesifik (neurotransmitter). Ketika sedang aktif, neurotransmitter itu diyakini mempengaruhi emosi, rasa sakit, daya ingat dan keterampilan motorik.

Bahaya NAPZA

Pada dasarnya, semua obat adalah racun, yang apabila dikonsumsi melebihi dosis yang aman dapat membahayakan kesehatan bahkan dapat sampai menimbulkan kematian. Demikian pula dengan obat-obatan atau zat yang bersifat adiktif atau menimbulkan ketagihan. Dalam keadaan ketagihan, pecandu merasa sangat tidak nyaman dan kesakitan. Baginya, tidak ada lagi yang lebih penting daripada mendapatkan zat yang menyebabkan dia ketagihan itu. Untuk mendapatkan itu dia dapat melakukan apapun, seperti mencuri, bahkan membunuh.

Bila dikonsumsi terus-menerus, zat adiktif ini dapat menyebabkan peningkatan toleransi sehingga pemakai tidak dapat mengontrol penggunaannya dan cenderung untuk terus meningkatkan dosis pemakaian sampai akhirnya tubuhnya tidak dapat menerima lagi. Keadaan ini disebut overdosis, dan apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat, dapat menyebabkan nyawa melayang. Overdosis juga dapat disebabkan oleh penggunaan campuran dua jenis atau lebih NAPZA. Mencampur beberapa jenis sangat berbahaya karena kalau NAPZA dicampur, pengaruhnya akan lebih dahsyat bahkan dapat menimbulkan reaksi lain yang tak terduga. Banyak kasus overdosis yang merupakan akibat dari pencampuran berbagai jenis NAPZA. Campuran yang paling berbahaya adalah campuran dua macam depresan misa1nya heroin dan alkohol dan / atau valium rohypnol. Pengaruh sinergi dari dua jenis depresan dapat menutup rapat pusat pernapasan otak, yang mengakibatkan koma atau kematian.

Selain kecanduan, ketergantungan dan overdosis, masih ada bahaya lain yang mengintai para pengguna NAPZA. Efek yang ditimbulkan oleh NAPZA dapat membuat pemakainya kehilangan kontrol atas dirinya, sehingga terkadang melakukan hal-hal yang tidak akan dilakukannya apabila ia sedang dalam kesadaran penuh. Walaupun NAPZA tidak akan membuat seseorang menjadi pemerkosa kalau memang dia tidak punya fantasi untuk itu misalnya, tapi di bawah pengaruh NAPZA (terutama yang bersifat stimulan dan halusinogen) seseorang bisa melakukan hubungan seks yang tidak aman, yang buntut-buntutnya dapat menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan atau penularan penyakit kelamin. Selain itu, bergantian memakai jarum suntik juga dapat menularkan virus seperti HIV dan Hepatitis B.

Tahap-tahap kecanduan NAPZA

Dari penjelasan di atas tadi, kita tahu bahwa seseorang tidak begitu saja mengalami ketergantungan, melainkan bertahap. Diawali dengan tahap eksperimental, dimana seseorang coba-coba memakai NAPZA, seperti juga coba-coba merokok atau minum beralkohol. Motivasi coba-coba ini bisa macam-macam. Setelah itu, mungkin karena merasakan efek yang menyenangkan, ia ingin mengulanginya. Apabila hal ini berlangsung lebih sering, maka ia akan memasuki tahap pembiasaan, dimana penggunaan NAPZA sudah menjadi kebiasaannya. Selanjutnya adalah tahap kompulsif yaitu seseorang sudah mengalami ketergantungan dan pemakaiannya sudah tidak dapat dikendalikan lagi, yang akhirnya dapat mengarah ke overdosis seperti tadi dibicarakan.

Bagaimana seseorang bisa mulai menjadi pemakai dipengaruhi oleh faktor-faktor individu maupun faktor lingkungan. Kedua faktor ini berhubungan sangat erat satu sama lain. Yang termasuk faktor individu, selain untuk iseng dan coba-coba, antara lain adanya harapan untuk dapat memperoleh "kenikmatan" dari efek obat yang ada, atau untuk dapat menghilangkan rasa sakit atau ketidaknyamanan yang dirasakan, baik sakit yang sifatnya fisik (seperti yang dialami penderita kanker atau penyakit lain) maupun psikis, seperti misalnya sakit hati karena putus cinta, rapor jelek, atau dimarahin ortu.

Seringkali perilaku kita dipengaruhi oleh pergaulan maupun lingkungan tempat tinggal kita. Bagi generasi muda, hal paling berat yang dirasakan adalah tekanan kelompok sebaya (peer pressure) untuk dapat diterima/diakui dalam kelompoknya. Biasanya di kalangan remaja, kita suka ikut apa yang dilakukan oleh temen-temen kita, hanya karena takut dianggap nggak cool dan nggak gaul. Karena itulah, bergaul rapat dengan para pengedar dan pemakai NAPZA beresiko tinggi. Selain itu, tempat tinggal dan sekolah juga berpengaruh, misalnya rumah kita berada di lingkungan peredaran atau pemakaian NAPZA, atau kita bersekolah di tempat atau di lingkungan yang rawan terhadap penyalahgunaan NAPZA.

Nah, temen-temen, setelah kita tahu seluk beluk NAPZA, bahayanya dan bagaimana seseorang bisa sampai kecanduan, kita tentunya bisa dong mengatakan “tidak” pada diri sendiri dan teman yang mengajak coba-coba nge-drug. Banyak hal yang dapat kita raih dengan tubuh yang sehat, jangan sampai kita merusak tubuh dan masa depan kita dengan NAPZA. Hal berikutnya yang perlu kita ketahui adalah bagaimana apabila hal ini menimpa kita atau orang yang dekat dengan kita, apa tanda-tandanya, apa yang bisa kita lakukan serta kemana kita harus mencari bantuan. Untuk itu ikuti terus Curhat mendatang. Salam!

(Guntoro Utamadi, PKBI Pusat, dari berbagai sumber)

{ Dapatkan CD terapi gelombang otak untuk menarik cinta lawan jenis, klik link di bawah ini......} 
Sumber : www.gelombangotak.com/Menarik lawan jenis.htm

Label: , , , ,

Minggu, 17 Juli 2011

Menjadi Biseks?

"Saya pria normal,saya menikmati bercinta dengan perempuan.tetapi sayajuga terkadang tergoda untuk bercinta dengan pria,bagaimana ini?" Sebuah keluhan dari seorang pria,dan mungkin saja anda.sebanyak 20 dari 122 pria eksekutif mengaku sebagai biseks. Secara umum, orientasi seksualitas manusia sendiri dibagi atas empat kelompok besar. Yang pertama,

heterekseksual yaitu manusia yang memiliki ketertarikan dengan lawan jenis. Artinya, pria tertarik secara seksual pada wanita, demikian juga sebaliknya. Mereka inilah yang disebut pria atau wanita tulen. Pria atau wanita yang dianggap normal yang merupakan golongan terbesar alias mayoritas.

Kelompok kedua adalah homoseksual, yaitu pria atau wanita yang memiliki ketertarikan pada jenis kelamin sama. Jumlah kelompok ini dapat dipastikan minoritas, tapi tampak dan sekarang cenderung makin tampil dalam komunitas sosial, meskipun di sejumlah tempat, karena kultur, kebiasaan dan sikap politik, cenderung diam-diam dan tertutup. Oleh kelompok masyarakat mayoritas heteroseksual, kelompok homoseksual ini dianggap sebagai penyimpangan dan tidak normal.

Kelompok ketiga adalah kelompok yang berada diantara kedua kelompok ini, yaitu tidak dapat dikategorikan sebagai heterokseksual maupun homoseksual, karena mereka dilahirkan dengan genitalia ambiguous atau kegamangan genital dan penentuan jenis kelamin tersebut harus dilakukan kemudian dengan memperhitungkan berbagai faktor. Secara fisik, kelompok ini berbentuk pria, tapi secara psikis adalah wanita sehingga memiliki kecenderungan berprilaku wanita. Dalam istilah seksologi, kelompok ini dikategorikan sebagai transeksual yang dalam keseharian populer disebut waria. Dalam Terapi Otak

teknologi terhadap kelompok ini telah ditemukan salah satu solusi perubahan jenis kelamin dalam bentuk operasi genital, dari fisik pria menjadi wanita.

Sedangkan kelompok keempat adalah kelompok gabungan heteroseksual dan homoseksual. Kelompok ini juga bisa disebut serakah, karena meskipun secara fisik maupun orientasi heteroseksual atau homoseksual, tapi juga memiliki ketertarikan pada sejenis (bagi hetero) dan berbeda jenis (bagi homo).
Kalau heteroseksual, homoseksual dan transeksual lebih bisa diidentifikasi dengan mudah, tidak demikian dengan biseksual. Kelompok biseksual memang tidak menampakkan secara fisik, sehingga tidak gampang dikenali. Karena itu, seseorang yang tampak sebagai pria tulen yang tampak bahagia dan harmonis dengan istri, misalnya ternyata juga berhubungan dengan pria. Bahkan seorang pria yang diketahui playboy dengan banyak pacar wanita, misalnya, ternyata berhubungan seks dengan pria. Kelompok biseksual lebih bisa diidentifikasi pada kaum homoseksual yang menikah, meskipun dalam tataran orientasi seksual, mereka tidak bisa digolongkan sebagai biseksual murni.

Kelompok biseksual memang berada dalam wilayah abu-abu. Alferd Kinsey, dalam teori The Kinsley Scale menggambarkan bahwa dalam tataran rentang prilaku heteroseksual-homoseksual yang dibagi dalam tujuh bagian, orientasi biseksual yang berada diantaranya, menempati lima bagian sendiri.

Pertama, adalah hetereseksual eksklusif, dimana pria hanya memiliki ketertarikan seksual dan melakukannya pada wanita. Kedua, heteroseksual yang melakukan aktivitas seksual dengan wanita, tapi memiliki terkadang memiliki ketertarikan pada sesama pria. Ketiga, pria yang melakukan hubungan seksual dengan wanita, tapi terkadang memiliki ketertarikan dan juga aktivitas pada wanita (lain jenis). Keempat, pria yang memiliki ketertarikan dan hubungan aktif dengan wanita, tapi tertarik dan punya hubungan seksual dengan pria. Kelima, seorang pria yang tertarik dan aktif melakukan hubungan dengan pria, tapi juga memailiki ketertarikan dan hubungan secara insidental dengan wanita. Keenam, pria yang aktivitasnya seksual dengan pria, tapi punya ketertarikan saja pada wanita. Ketujuh adalah priayang sepenuhnya homoseksual, baik respon psikologis maupun aktivitas seksualnya hanya dengan pria sejenis.

Nah, dimana posisi orientasi seksual Anda, silakan mengujinya sendiri dengan jujur.

 Melakukan aktif
Seorang dokter psikiatri terkenal, Sigmund Freud, menyatakan bahwa manusia sebenarnya memiliki sifat

biseksual bawaan. Ini berarti setiap orang pnya dasar dan peluang menjadi biseks. Merujuk pada teori hormonal bahwa setiap manusia sebenarnya memiliki unsur hormon pria maupun wanita, tarik menarik unsur tersebut sebagai hal yang biasa dan mudah terjadi. Seorang pria yang unsur hormonnya menjadikan seorang hetero, bukannya tak mungkin tertarik dan memiliki fantasi tentang pria. Demikia juga perempuan hetero juga sangat mungkin tertarik pada sesama jenisnya.

"Dalam hal seksual, ketertarikan dan fantasi apa pun bisa terjadi, termasuk membayangkan berhubungan seks dengan sesama pria. Itu tergantung situasi, kondisi, lingkungan dan latar belakang yang bersangkutan," kata dr. Boyke.

Dalam konseling di kliniknya di daerah Tebet, Jakarta Selatan, seringkali ditemukan kasus dan pertanyaan serupa, yaitu keluhan seorang pria atau perempuan yang mengaku normal, tapi sering juga memikirkan tentang sejenis. Bahkan banyak pria yang mengakui dirinya merasa tertarik dengan lawan jenisnya, namun prilakunya tetap saja lebih merasa pas sebagai heteroseksual. "Siapa sih yang tidak suka melihat hal yang indah dan bagusbagus. Jadi kalau ada lelaki keren pun, saya mau tak mau melirik juga. Tapi kan bukan berarti saya naksir: Perasaan tertarik kan itu biasa," ujar seorang pria yang mencoba menggambarkan bahwa meski dirinya "normal" tetapi terkadang tidak bisa melepaskan pandangan matanya kalau melihat pria lain yang lebih gagah dan tampan.

Namun memiliki orientasi sebagai biseksual belum tentu mereka melakukan aktifitas sebagai biseksual. Sigmun Freud mengatakan, sifat biseksual bawaan dalam proses pertumbuhannya dapat ditekan (direpresi) sedemikian rupa, sehingga sifat itu tidak muncul dipermukaan. Sementara hasil penelitian The Kinsey Institute for Research in Sex, Gender, and Reproduction menunjukkan bahwa proses pembentukan orientasi seksual tidak semata keturunan, tapi bisa juga karena faktor-faktor lain seperti lingkungan, situasi dan juga psiko sosial. Artinya, seorang yang lahir secara fisik adalah pria hetero, tapi bisa menjadi biseks. Demikian juga seorang yang dari bawaan adalah homoseksual, karena faktor-faktor lain bisa menjadi biseksual; atau mungkin juga transeksual.

"Pengaruh dari luar itu bisa berlangsung perlahan dan tak terasa," kata Dr. Boyke Dian Nugraha.

Kasus Ari, misalnya, adalah bukan biseksual bawaan. Bahwa sesuai teori hormonal setiap manusia mempunyai kedua unsur hormon pria dan perempuan, Ari hadir dan tumbuh menjadi pria sejati. Dari kecil, ia sudah tertarik dengan lawan jenis, sementara sesama jenis adalah teman. Karena itu, riwayat perjalanan cintanya adalah seluruhnya dengan perempuan. Bahkan setelah menikah pun, ia lebih memilih perempuan sebagai sex-patner-nya. Bahwa ada teman laki-laki, tertarik padanya, ia mengetahuinya karena Joy adalah seorang gay yang biasa tertarik pada pria lain. Ari sudah biasa menjaga jarak, hingga suatu ketika ia dinas keluar kota bersama-padahal sudah diatur oleh Joy-.

Pada kesempatan inilah, dalam keadaan setengah mabuk oleh minuman, ia digarap Joy. Anehnya, ia merasakan ada yang berbeda dan itu seperti petualangan yang mengasyikkan. Karena itu, meskipun ada perasaan bersalah, ia melakukan pengulangan juga. Ari baru sadar bahwa ia menjadi seorang biseks setelah terlibat dengan petualangan seks dengan beberapa pria, tak hanya dengan Joy.

Sedangkan Gary yang sebenarnya memiliki kecenderungan homoseksual aktif, terpaksa menjadi biseksual karena tuntutan keluarga dan sosial: di mana ia harus menikah dengan perempuan artis.

Tapi apa pun, seseorang baru dapat dikatagorikan sebagai biseksual apabila orientasi seksualnya diikuti

dengan prilaku dan perbuatan. Artinya, ia melakukan aktivitas seksual dengan lelaki maupun dengan

perempuan dalam kehidupan mereka. Inilah yang disebut sebagai prilaku biseksual sesungguhnya. "Selama baru tertarik, berfantasi dan memikirkannya, ia belum seorang biseks. Mungkin ia seorang hetero atau homo," tambah Dr. Boyke.

Jadi, kalau Anda baru menaksir sesama pria, atau memfantasikannya dalam adegan seks, tak usah panik karena Anda bukan seorang biseksual. Tapi harap hati-hati, karena seperti yang sudah disebut, biseksual bisa berproses.

Risiko biseksual

Menjadi biseksual, kelihatannya enak dan mengasyikkan. Sejumlah kelompok menjadikannya sebagai variasi yang diharap bisa meningkatkan kualitas hubungan seksual itu sendiri. Bredasarkan hasil survey, sebanyak 14 orang (10. 94%) dari 122 responden mengaku melakukannya sebagai variasi. Tapi toh, kenyataannya, tetap dianggap sebagai hal yang tidak menarik. Hanya 22 orang (17,19%) menganggapnya sebagai hal yang biasa, sedangkan 90 orang (70,31 %) menilainya sebagai tidak normal dan kelainan.

"Ini karena heteroseksual yang mayoritas. Yang besar itulah yang dianggap sebagai ukuran standar, sedangkan yang minoritas adalah yang tidak normal atau penyimpangan," kata dokter Boyke pula.

Alhasil, di kalangan khalayak umum, biseksual merupakan orientasi seksual yang tidak lazim yang perlu dihindari. Bahkan terhadap sejumlah pelaku, mereka mendapatkan sanksi yang memberi akibat dalam tata kehidupan kemudian.

Sejumlah perempuan segera mengakhiri hubungannya dengan pria biseks karena dianggap sebagai penyimpangan. Sementara ada sejumlah perempuan yang sudah menikah memutuskan untuk bercerai, bukan karena merasa dikhianati dan penyelewengan tersebut dengan seorang laki-laki. Menurut hasil penelitian ahli Barat, jumlahnya diperkirakan meliputi 10 hingga 15 % dari jumlah populasi orang dewasa. Sedangkar dalam poling ME-CBN bulan Desember lalu, 20 orang (15.63%; dari 122 responden mengaku biseksual. Jumlah ini tentunya bisa berubah karena di satu sisi, 22 orang  lainnya (17.19%) memberikan kemungkinan bertambah; tapi kemungkinan lain juga bisa berkurang karena pada dasarnya, seorang biseksual bisa berubah orientasinya.

"Maklum, banyak kasus biseksual yang tidak statis," kata Dokter Boyke pula. Artinya, ia bukan orang yang dilahirkan sebagai biseks murni, tapi lebih sebagai pengaruh lingkungan, keadaan, iseng atau sekedar petualangan. Seorang biseks temporer pada dasarnya bisa berhenti atau diberhentikan, kalau dikehendaki. Apalagi, para biseks temporertersebut, pada umumnya, punya kesadaran dan perasaan bersalah, ketika menganggap prilaku tersebut sebagai hal yang menyimpang.

Sebutlah kehidupan Edward (bukan nama sebenarnya), aktor sinetron yang sekaligus penyanyi ternama. Awalnya dia digosipkan homoseksual, namun sesungguhnya dia cenderung biseksual. "Bercinta dengan lelaki atau perempuan bagi dia sama nikmatnya. Jadi memang dia enjoy saja menikmati hidup," ungkap salah seorang sahabatnya. Prilaku biseksual Edward memang hanya dipahami oleh teman-teman dekatnya. Namun ketika dia memutuskan menikah, Edward menegaskan keinginan dirinya untuk menjalani prilaku heteroseksual. "Bagi saya pernikahan adalah sesuatu yang serius. Saya tidak mau lagi bermain-main dalam segala hal,"jelas Edward. Maka sejak itu Edward tak lagi bermain api dengan teman-teman prianya.

Apalagi Anda yang baru dalam taraf orientasi pemikiran dan obsesi.

Male Emporium edisi Februari, dari website Pria Dalam Cermin.


(...Dapatkan CD terapi gelombang otak untuk mengatasi gangguan tidur ,klik link di bawah ini.......)
Sumber : www.gelombangotak.com/mengatasi_gangguan_tidur.htm

Label: , , , ,

Sabtu, 16 Juli 2011

Masa Subur, Apa sih itu?

Masa subur adalah masa dimana ada satu sel telur yang siap untuk dibuahi oleh sel sperma di saluran telur (tuba faloppi) yang terjadi satu bulan sekali, Sel telur ini mampu bertahan hidup dalam keadaan siap dibuahi hanya selama 1-2 hari. Pada masa subur Sperma yang berada di dalam saluran vagina atau rahim bisa menunggu sampai 48 jam. Lebih dari itu, sperma akan lemah dan tidak subur lagi.  
  
Pada masa subur ini, terjadi perubahan fisiologis yang dapat dijadikan indikator, umumnya berupa libido yang meningkat, lendir pada vagina lebih banyak, dan peningkatan suhu basal tubuh sebesar 0,2-0,5 derajat pada pagi hari. Indikator minor kesuburan yaitu nyeri perut dan perubahan payudara. 
 
Lendir yang muncul pada vagina ini merupakan lendir yang diproduksi oleh kelenjar-kelenjar di leher rahim (serviks) dan bersahabat dengan sperma. Lendir tersebut memungkinkan sperma dapat bertahan hidup dalam lendir tersebut untuk menunggu matangnya sel telur atau ovulasi (sampai 48 jam). Lendir tersebut juga bisa mempercepat perjalanan sperma menuju saluran telur. Karena itu pada masa subur, kemungkinan terjadi pembuahan sangat besar.

Gimana bisa tahu masa subur saya!?

Selain perubahan fisik, masa subur ini dapat dihitung di atas kertas. Masa subur berkaitan erat dengan menstruasi dan siklus menstruasi. Dalam menghitung masa subur diperlukan siklus menstruasi bulanan. Kamu sebaiknya membuat catatan mengenai siklus menstruasi secara teratur setiap bulannya.
Caranya mudah yaitu dengan menuliskan pada buku diary atau dengan memberi tanda pada kalender menggunakan spidol berwarna. Tandai hari pertama menstruasi yaitu hari pertama siklus dimana keluar bercak-bercak kecoklatan sampai kemerahan. Hari-hari selanjutnya diberi nomer namun tidak termasuk hari pertama menstruasi berikutnya.
Meskipun ada yang mengusulkan untuk membuat catatan menstruasi selama setahun (menogram). Paling tidak dibutuhkan minimal pola menstruasi 3 bulan terakhir misal 28 hari, 30 hari, 27 hari kemudian dibuat rata-ratanya. Jika rata-ratanya menghasilkan 28 hari yang berarti kondisi normal, maka masa suburnya akan terjadi pada 14 hari sebelum hari pertama menstruasi yang akan datang bulan berikutnya.
Perhitungan masa subur ini akan efektif bila siklus menstruasinya normal yaitu 21-35 hari. Jika kamu memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur atau tidak normal, perhitungan menjadi tidak akurat dan kemungkinan besar gagal. Namun tidak ada salahnya jika mau mencoba.
Untuk yang siklus menstruasinya tidak teratur dapat menggunakan data siklus menstruasi selama 6 bulan (6 siklus). Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus menstruasi dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus menstruasi dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur. Jika siklus terpendek 26 hari dan siklus terpanjang 32 hari. Perhitungannya : 26-18 = 8 dan 32–11 = 21. jadi masa suburnya adalah mulai hari ke-8 sampai ke 21 dari hari pertama menstruasi.
Temen temen cewek sekalian, kalian perlu mempelajari masa subur ini, agar kalian tahu apa yang terjadi dalam tubuhmu. Hal ini berguna juga untuk memberikan perasaan bersahabat dengan tubuhmu sendiri. Kamu juga bakal tahu kamu ini termasuk yang memiliki masa subur teratur, atau tidak. Memang sih, mengetahui secara persis kapan masa subur kamu, itu bukan hal yang gampang. Semuanya berdasarkan perkiraan. Makanya  untuk upaya pencegahan kehamilan, kalau hanya dengan mengandalkan sistem kalender ini bakal banyak terjadi kegagalan.
Nah temen temen, bertambah lagi pengetahuan kita. Semakin banyak pengetahuan tentang tubuh kita, semakin tinggi penghargaan kita terhadap tubuh kita, dan semakin besar tekad kita untuk menjaganya agar tidak rusak dan terhindar dari bahaya.


{ Dapatkan CD terapi gelombang otak untuk kecerdasan,konsentrasi,& daya ingat, klik link di bawah ini.....}
Sumber : www.gelombangotak.com/kecerdasan_daya_ingat.htm

Label: , , , ,

Jumat, 15 Juli 2011

Mungkin Nggak Sih Ngerumpiin Seks Ama Ortu ???

A: “Gile si Ida keliatan banget deh kalo hamil”.
B: “....Ya..namanya juga orang hamil, lama lama keliatan doong!”
C: “....Kasian ya dia..gimana dong sekolahnya nanti? Mana cowoknya kabur lagi!”
B: “Ih! Gue sih enggak bakalan deh kayak gitu! “  “gue kalo pacaran ada batesnya!
A: “allaaaaa...ati ati aja loe! Loe khan suka ciuman sama si Amir! Lama lama juga hamil deh loe!”
B: Ih, kamu tuh ya! Mana ada sih orang ciuman terus jadi hamil? Emang loe enggak pernah dijelasin sama nyokap loe soal beginian?”
A: “ HAH?? Ngomong beginian sama ortu?  Mana mungkin non?! Kalo gue tanya soal yang saru beginian, mungkin mereka langsung pingsan deh!”
B: “Yeeeee...jangan salah! Ini sih bukan saru. Tapi justru penting buat kita biar bisa jaga diri, dari dulu ortu gue suka ngajakin ngobrol soal beginian sama gue dan kakak gue”
A: “Tauk deh..loe tahu sendiri khan ortu gue tuh kayak apa...susah deh!”
C: “ Kalo ngomong sama Ortu gue, payah deh...enggak nyambung. Tulalit! Enggak paham deh soal anak gaul”

Ngajakin ortu ngomong soal seks? Bener enggak sih mustahil?.  Rasanya begitu banyak yang menghambat di tenggorokan padahal begitu banyak pertanyaan tentang seks yang pengen ditanyain ke orang tua atau orang dewasa. Mungkin nggak sih yang mustahil ini jadi mustahal alias nggak mustahil? Kita khan pengen dapat informasi penting beginian ini dari orang paling deket dengan kita, yaitu ortu kita, ya Bapak atau Ibu.

Bagaimanapun Juga Orangtua kita ikut bertanggung jawab terhadap pembentukan nilai dan moral kita yang sangat mempengaruhi perilaku kita sehingga kita punya kemampuan bertanggung jawab terhadap perilaku kita sendiri. Dalam hal perilaku seksual, peran ortu sangat besar dalam pembentukan sikap dan nilai kita dalam menghadapi ancaman ancaman, rangsangan rangsangan (stimulus), informasi yang menyesatkan yang berkaitan dengan seks. Setiap hari kita dibanjiri oleh informasi dan pemandangan yang sangat seksual, misalnya gambar gambar porno, situs porno di internet, atau justru ajakan teman sebaya kita sendiri untuk coba coba. Yang kita butuhkan tentu saja bukan larangan keluar rumah, larangan bergaul sama temen, larangan buka internet, larangan beli majalah, larangan nonton bioskop, atau larangan nonton sinetron. Yang kita butuhkan adalah pendidikan yang mencukupi, jelas, terbuka, dan bertanggung jawab jadi kita tahu apa yang terjadi dengan tubuh kita, ancaman di lingkungan sekitar kita dan tahu bagaimana menghindarinya atau menghadapinya dengan sukses. Pemberi pendidikan seperti ini diharapkan berasal dari rumah kita, yaitu ortu sendiri. Cuman masalahnya yang kita harapkan enggak selalu menjadi kenyataan.....

Komunikasi soal seksualitas antara kita dan orangtua sebenarnya bisa menjadi oke-oke saja, dengan catatan, kita tahu dulu apa sih hambatannya. Mau tahu hambatan yang menghadang di depan mata bila mo’ ngomong seks dengan ortu kita? Simak berikut ini ..... !!!!

Konsep yang salah tentang seksualitas pada ortu maupun remaja

Baik ortu maupun remaja, terkadang sama-sama salah kaprah soal seks. Umumnya sih, semua beranggapan bahwa seks itu hal yang tabu untuk dibicarakan karena seks itu artinya sama dengan hubungan seks atau hubungan suami istri. Padahal,  yaaa ... seks itu mempunyai arti yang lebih luas dan bukan hanya berarti hubungan seks Misalnya, dalam seksualitas juga dijelaskan lewat perbedaan fisik anak laki-laki dan perempuan, bagaimana peran jenis masing-masing jenis kelamin, bagaimana menjaga kesehatan organ-organ reproduksi, bagaimana aturan, nilai,, dan norma-norma tentang seksualitas di masyarakat, dan lain sebagainya.

Ortu menganggap seks itu saru ...  

Beberapa orang tua sangat berkeberatan ngomongin masalah seksualitas sama anaknya. Karena pandangannya tentang seks adalah hal yang kotor, tabu dan saru. Tiap kali kita nanya atau ngajak ngomong yang “nyerempet” ke sex, ucapan “Hus! Saru, nggak boleh!” langsung keluar sebagai respon reflexnya. Nah seandainya dari ortu sudah keluar kata-kata seperti itu, praktis kita sebagai anak tidak akan berani lagi ngomong apa-apa tentang seks. Jadinya komunikasi menjadi macet, cet, cet .... !!! Harapan untuk tahu lebih banyak tentang seksualitas menjadi pupus. Bagi ortu, pertanyaan tentang seksualitas ini juga menggelisahkan, disangkanya putra tercinta telah tercemar budaya barat. Padahal masalah seksualitas juga merupakan bagian alamiah dari mekanisme tubuh kita. Ada satu hal yang tidak boleh terlupakan, seks memang harus dikaitkan dengan adab kesopanan maupun hukum yang berlaku. Tapi jelas bukan lantas menjadikan remaja tertekan dengan label saru tadi.

Remaja menganggap ortu itu sok tahu ...

Nah, kebalikannya nih, ada remaja yang justru tidak mau bertanya ke ortu karena ortu bakalan menjelaskan panjang lebar kaya ceramah namun berkesan menggurui, sok ngelarang ini,itu dan sebagainya. Sehingga remaja lebih suka membicarakan masalah seksualitas dengan teman-temannya yang diangggap senasib sepenanggungan, lebih pengertian, dan enak untuk diajak sharing.

Ortu Niat, tapi nggak tahu gimana ngomonginnya ...

Ortu kadangkala sudah mulai memikirkan untuk mengajak anaknya berkomunikasi tentang seksualitas, tapi bagaimana caranya ? Masalahnya kadangkala walaupun ortu ngerti tentang pentingnya pendidikan seks, tapibisa jadai mereka tidak dibesarkan dalam keluarga yang terbiasa tterbuka mengenai masalah seksualitas. Jadi yaa ... ortu bisa serba kagok dan salting alias salah tingkah seandainya anaknya bertanya tentang seks.

Remaja malu kalau diajakin ngomong ‘begituan’

Hayo ngaku aaja deh !!! Diantara kita pasti masih ada yang wajahnya tersipu-sipu kalau diajakin  ngomong soal seks. Sebagian remaja ada yang berpikiran bahwa mmasalah seksualitas itu sifatnya sangat pribadi jadi ngapain dibicarakan dengan orang lain ?

Ortu nggak tau apa yang musti diomongin 

Peristiwa ini biasanya dilatarbelakangi minimnya informasi ortu tentang seksulitas. Jadi misalnya mau menjelaskan tentang bagaimana dan darimana bayi itu lahir sulit sekali rasanya ! Akhirnya yang keluar adalah “ kamu bisa ada di dunia karena di bawa oleh burung Garuda dari langit....”
Lalu bagaimana cara mengatasi hambatan-hambatan tersebut, sehingga kita sebagai remaja tetap bisa berkomunikasi seks dengan ortu ? Dari pihak ortu sih, Ortu kudu berinisiatif sejak dini untuk terbuka tentang masalah seksualitas, jadi nggak perlu pingsan kalau tiba tiba ada pertanyaan dari anak yang berkaitan dengan seksualitas. Misalnya menjelaskan tentang mimpi basah ke anak cowok dan bagaimana menghadapi menarche (menstruasi yang pertama kali ) bagi anak cewek. Lebih baik kalau nggak memakai kata-kata yang bersifat menakut-nakuti atau justru menjijikkan.

Cobalah untuk menanyakan ke ortu begitu ada kesempatan  untuk ngomongin masalah  seks. Misalnya, pas lagi nonton film bersama dengan ortu, waktu mulai pacaran, atau pas belajar Biologi tentang bagian anatomi manusia.
Ortu bisa berusaha kritis dengan istilah-istilah yang banyak dipakai oleh remaja. Dengan menggunakan istilah remaja maka hal ini merupakan media komunikasi yang ampuh untuk mendekati remaja, terutama untuk menggali info tentang masalah seksualitas remaja lewat berbagai macam media massa. Lagipula dengan begini Ortu enggak bakal dikatain tulalit alias Jaka sembung eh enggak nyambung...

Tidak ada salahnya kalau sesekali berbagai peran, misalnya remaja  menjadi ortu dan ortu menjadi remaja. Permainan ini remaja dan ortu bisa saling memahami kedudukan masing-masing, terutama yang berkaitan dengan masalah seksualitas. 

Topik berita yang lagi tren bisa menjadi bahan obrolan. Banyaknya berita tentang tindak kriminal seputar masalah seksualitas akan membuat ortu sering memberikan wejangan kepada putra-putrinya untuk lebih berhati-hati. Inilah waktu yang tepat untuk mendiskusikan tentang permasalahan seksulitas.
Melihat sikon ( situasi dan kondisi ) ortu kalau meu bertanya tentang seks. Untuk mengajak ortu berdiskusi tentang seks lebih baik menunggu waktu yang tepat, dimana ortu sedang tidak sibuk atau bingung dengan sesuatu hal.

Kalau ternyata pola komunikasi antara kalian dan ortu kalian udah sedemikian rupa sehingga tetep sulit ngomongin masalah beginian sama ortu, jangan terus putus asa dan kabur dari rumah....masih banyak sumber informasi yang bisa kalian manfaatkan, misalnya buku buku tentang seksualitas di perpustakaan, toko buku, atau kalian bisa menghubungi Youth Center PKBI di kota kalian untuk ngobrol bersama konselor konselor disana yang hampir semuanya juga masih muda.

SELAMAT MENCOBA !!!

Guntoro Utamadi (PKBI Pusat) dan Nur Rokhmah Hidayati (Lentera Sahaja TSMD PKBI)


( Dapatkan CD terapi gelombang otak untuk anak autis ,klik link di bawah ini....... )
)Sumber : www.gelombangotak.net/detail/terapi-autis-terapi-gelombang-otakbrainwave-untuk-anak-autis.24

Label: , , , , ,

Malam Renungan AIDS 2002

MALAM Renungan AIDS atau AIDS Candlelight Memorial pertama kali diadakan di San Fransisco pada tahun 1993. Malam renungan ini bertujuan untuk mengenang para sahabat, keluarga dan kerabat yang telah meninggal karena AIDS, serta meningkatkan kesadaran masyarakat luas dalam menghadapi AIDS dan menghindari stigma dan diskriminasi terhadap ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). Di Indonesia, malam renungan untuk mengenang para korban AIDS ini mulai diadakan pada tahun 1996 dan berlangsung terus hingga kini.

AIDS memang telah menjadi epidemi yang sangat serius mengancam kesehatan masyarakat dunia, sampai-sampai PBB pun mendirikan badan tersendiri untuk mengurusi epidemi yang satu ini, yaitu UNAIDS. Sementara itu, sejak tahun 1990, Badan Kependudukan Dunia (UNFPA) yang sudah lebih dulu berdiri juga berperan aktif untuk melawan penyebaran HIV/AIDS, dengan cara menjalankan program yang komprehensif di bidang kesehatan reproduksi. Program ini dilakukan baik melalui pemberian informasi dan pendidikan kepada masyarakat maupun advokasi untuk memobilisasi komitmen politis dan memfasilitasi kebijakan yang mendukung kesehatan reproduksi.

Angka internasional menunjukkan bahwa lebih dari 14.000 infeksi baru terjadi setiap hari. Saat ini, diperkirakan 40 juta orang hidup dengan status HIV/AIDS di dunia. Tahun 2001 lalu saja, sekitar tiga juta kematian terjadi akibat AIDS.

Sedangkan di Tanah Air, sampai bulan Maret 2002, ada 2.830 kasus HIV/ AIDS yang terlaporkan. Jumlah ini tentunya bukan suatu hal yang dapat diremehkan begitu saja, apalagi mengingat adanya fenomena gunung es, yaitu apa yang muncul di permukaan hanyalah seujung kecil dari gundukan yang tersembunyi di bawahnya. Apabila satu kasus menyimpan 100 kasus di bawahnya, bayangkan betapa besar ancaman bagi bangsa kita.

Mengapa sebagai remaja kita perlu waspada terhadap HIV/AIDS? Bukankah selama ini yang meninggal karena AIDS pada umumnya orang dewasa? Kita harus ingat, bahwa seseorang tidak langsung meninggal segera setelah tubuhnya terinfeksi virus HIV. Bahkan tidak ada gejala apa pun sampai sekitar lima sampai sepuluh tahun kemudian. Karena itulah, bila seseorang meninggal karena AIDS pada usia tiga puluhan, berarti ia telah terinfeksi HIV pada usia dua puluhan, yaitu pada saat ia masih remaja.

Ciri khas remaja yang penuh gejolak dan ingin coba-coba kadang kala membuat kita secara tidak sadar bergaya hidup yang berisiko tinggi terhadap infeksi HIV. Seperti kita ketahui, seseorang dapat terinfeksi HIV melalui cairan tubuh, yaitu darah, sperma, cairan vagina dan air susu ibu (ASI) dari seseorang yang yang sudah terlebih dulu terinfeksi, baik pasangan maupun dari seorang ibu ke bayinya. Oleh karena itu, aktivitas apa pun yang berkaitan dengan pertukaran keempat jenis cairan tubuh tersebut perlu diwaspadai.

Infeksi lewat cairan darah dapat terjadi melalui transfusi, pemakaian jarum suntik, alat tindik, alat tato ataupun alat facial (wajah), yang tanpa disterilkan terlebih dulu dipakai bergantian dengan orang yang sudah terinfeksi. Yang akhir-akhir ini amat mengkhawatirkan adalah meningkatnya secara pesat kasus infeksi HIV di kalangan pengguna narkotik dengan jarum suntik.

Pada awal infeksi, HIV bisa hidup dalam darah seseorang tanpa orang tersebut menunjukkan gejala penyakit tertentu. Masa ini disebut masa HIV positif. Bila segera setelah terinfeksi HIV seseorang memeriksakan diri dengan menjalani tes darah, maka pada tes pertama tersebut mungkin saja keberadaan HIV di dalam darah belum dapat terdeteksi. Hal ini disebabkan karena tes HIV tidak mendeteksi keberadaan virus itu sendiri melainkan keberadaan antibodi yang dibuat oleh tubuh kita untuk virus tersebut. Sedangkan antibodi itu baru terbentuk tiga sampai enam bulan setelah kita terinfeksi. Masa ketika kita sudah terinfeksi tapi belum dapat terdeteksi ini disebut window period. Dalam masa ini, seseorang sudah bisa menularkan HIV melalui perilaku atau aktivitas yang disebutkan di atas tadi.

HIV tidak dapat berpindah melalui keringat, udara, gigitan nyamuk, ciuman, sentuhan, pelukan dan pemakaian alat makan ataupun fasilitas umum bersama, seperti telepon umum, WC umum, dan kolam renang. Sehingga, walaupun sangat penting untuk bersikap waspada, kita harus bisa menyikapi epidemi ini secara proporsional. Jangan sampai kewaspadaan ini diwujudkan dengan rasa takut berlebihan yang ditujukan pada ODHA dan bukan pada virus serta cara penularannya.

Banyak anggota masyarakat yang cenderung menjauhi ODHA, memusuhi dan menganggapnya sebagai pembawa sial, baik karena adanya keyakinan bahwa HIV/AIDS merupakan kutukan Tuhan bagi kaum homoseksual, maupun karena takut tertular. Padahal, walaupun pertama kali ditemukan pada kaum homoseksual, saat ini justru pengidap HIV/ AIDS yang terbesar adalah kaum heteroseksual. Selain itu, dari penjelasan di atas tadi tentunya kita tahu bahwa kita tidak akan terinfeksi HIV hanya dengan berada seruangan. Bahkan berjabat tangan ataupun berpelukan dengan penderita pun tidak akan membuat kita tertular.

Sesungguhnya, dukungan sosial sangat diperlukan oleh ODHA agar mereka bisa berbesar hati dan tetap menjalankan aktivitasnya, mengingat sebetulnya mereka memang masih punya banyak waktu sebelum sakit. Sejak terinfeksi oleh HIV, seseorang masih bisa bertahan hidup sehat tanpa gejala apa pun selama lima sampai sepuluh tahun (bahkan bisa lebih), tergantung dari kondisi tubuhnya, sebelum gejala AIDS mulai tampak, yang disebut masa manifestasi AIDS. Makin baik nutrisi yang dikonsumsi, dan juga dengan panjagaan kesehatan yang ketat, makin lama ODHA dapat bertahan hidup dan menjalani aktivitasnya secara normal. Dengan kata lain, bisa saja kita yang saat ini sehat dan tidak terinfeksi HIV lebih dulu menemui ajal karena terkena demam berdarah, misalnya, sedangkan kawan kita yang terinfeksi HIV masih hidup sehat sampai tahun 2010.

Kita seringkali tidak sadar telah menyikapi AIDS dengan cara yang salah. Kita lupa bahwa ODHA juga manusia biasa yang punya perasaan, punya keluarga dan punya keinginan-keinginan untuk berkarya dan mencapai sesuatu dalam hidupnya. Oleh karena itu, mereka tidak bisa dikucilkan begitu saja seperti masyarakat pada zaman dahulu mengucilkan penderita kusta dalam suatu lembah terpencil untuk menanti ajalnya dalam komunitas mereka. Mereka justru harus didukung untuk dapat melanjutkan dan menikmati hidupnya seperti juga kita semua. Oleh karena itulah, di negara-negara maju, perlakuan yang mendiskriminasikan ODHA sama sekali tidak dapat diterima dan dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hak asasi manusia.

Menyadari hal ini, beberapa LSM dan individu secara aktif tidak saja meningkatkan kesadaran masyarakat seputar masalah AIDS dan penularannya, melainkan juga membantu mereka yang sudah terinfeksi untuk menata hidup mereka kembali dan mengajak semua pihak untuk menyikapi masalah AIDS ini secara proporsional dan mendidik masyarakat menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA.
Para aktivis inilah, yang bersama dengan keluarga dan kerabat korban AIDS menyelenggarakan acara Malam Renungan AIDS.

Tahun ini, secara internasional Malam Renungan AIDS ditetapkan pada hari Minggu, 19 Mei. Dalam kenyataannya berbagai LSM atau aktivis AIDS di Indonesia bebas mengadakan acara Malam Renungan AIDS pada sekitar tanggal 19 Mei. Tidak seperti tahun-tahun lalu, tahun ini tidak ada panitia khusus untuk Malam Renungan AIDS Nasional.

Di daerah Jakarta acara malam renungan AIDS antara lain diadakan oleh Yayasan Pelita Ilmu (tanggal 17 Mei), Spiritia, dan oleh Baby Jim Aditya. Aktivis yang terakhir ini kembali mengulang acara seperti tahun lalu di Museum Nasional, Jalan Medan Merdeka Barat 12, Jakarta Pusat pada pukul 20.00. Acara ini didukung oleh beberapa artis, seperti James F Sundah (pencipta lagu Lilin-lilin Kecil), Wayang, dan pengamen jalanan dari Yogyakarta. Baby Jim juga juga akan tampil dalam talkshow tentang AIDS dan narkotika bersama dr Zubairi Djoerban (Yayasan Pelita Ilmu), dan Yani Yahya (Yayasan Titihan Respati).

Selain itu tepat pada peringatan International AIDS Candlelight Memorial Night hari Minggu, 19 Mei malam akan berlangsung acara peluncuran dan telaah buku Jika Ia Anak Kita-AIDS dan Jurnalisme Empati karya wartawan Kompas Irwan Julianto. Bakal tampil sebagai penelaah adalah Ashadi Siregar dan dipandu oleh aktris aktivis AIDS Nurul Arifin. Acara bakal berlangsung di ruang pertemuan kantor Menko Kesra, Jalan Medan Merdeka Barat 3, Jakarta, dan menurut rencana akan dihadiri oleh Menko Kesra Jusuf Kalla selaku Ketua Umum Komisi Nasional Penanggulangan AIDS.

Nah, temen-temen, khususnya yang tinggal di daerah Jakarta dan berkesempatan untuk menghadiri acara ini, yuk, kita dateng dan berpartisipasi! Bagi yang tinggal di kota-kota lain, silakan cek di mana kegiatan Malam Renungan AIDS tahun ini diadakan di kota kalian. Berpartisipasi dalam kegiatan ini penting untuk melatih kepedulian kita kepada ODHA dan juga menambah pengetahuan kita tentang HIV/ AIDS. Buat yang nggak bisa datang, tunggu saja liputannya, dan tetap tumbuhkan rasa kebersamaan dalam menghadapi epidemi ini. Seperti juga bahwa musuh kita adalah kemiskinan dan bukan kaum fakir miskin, musuh kita adalah HIV/AIDS, bukan penderitanya!

Guntoro Utamadi PKBI Pusat


( Dapatkan CD terapi gelombang otak untuk anak hiperaktif ,klik link di bawah ini........ )
Sumber : www.gelombangotak.net/detail/sharper-brain-terapi-hiperaktifadhd.25

Label: , , , ,

Lulus SMU, Apa yang Dituju?

Masih ingat nggak, sewaktu kita masih kecil, kita sering ditanya orang tua, guru dan teman main kita, apa cita-cita kita? Mau jadi apa kalau kita sudah dewasa kelak? Dulu, mungkin kita bisa dengan mudah menjawabnya: mau jadi dokter, polisi, guru, bintang film atau apapun tergantung profesi apa yang kita anggap hebat atau siapa yang menjadi idola kita saat itu. Guru SD kita bahkan mengajari kita: “Gantungkan cita-citamu setinggi langit.” Akan tetapi, semakin kita tumbuh dewasa dan seharusnya sudah menentukan pilihan, banyak dari kita yang malah nggak tau lagi mau jadi apa. Padahal, kalau kita nggak tau mau jadi apa, kita juga akan sulit menentukan mau sekolah di mana. Sementara itu, waktu semakin mendesak, sebentar lagi kita sudah menghadapi EBTANAS dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi. Jadi, gimana dong?
 Kesulitan utama yang sering kita hadapi dalam menentukan kita mau sekolah di mana, adalah karena kita belum tahu, profesi apa yang akan kita geluti. Untuk itu, tentu kita terlebih dahulu harus menjawab pertanyaan: mau jadi apa kita nanti?  Hal ini bisa didapat dengan melihat faktor eksternal seperti pekerjaan apa yang dibutuhkan di masyarakat dengan mempertimbangkan faktor internal dalam diri kita sendiri seperti minat, bakat, dan kemampuan kita.
Banyak sekali pilihan profesi yang bisa kita tekuni, nggak terbatas hanya pada dokter atau insinyur saja. Untuk itu, kita perlu membuka wawasan kita. Caranya, dengan bertanya kepada orang tua, guru, dan juga dengan banyak membaca. Coba aja kita buka di halaman Kompas ini, misalnya, seringkali terdapat iklan lowongan pekerjaan. Dari situ kita bisa tahu, profesi apa yang dibutuhkan dewasa ini dan bagaimana cara meraihnya.

Selain itu kita juga perlu punya wawasan ke depan, kira-kira apa yang dibutuhkan di masa datang. Waktu saya masih SMU (dulu namanya SMA), profesi akuntan masih merupakan profesi yang sangat dibutuhkan, dan itu yang membuat banyak orang berbondong-bondong masuk ke jurusan akuntansi. Sementara itu jarang yang tertarik untuk mengambil jurusan sosiologi atau kriminologi. Bahkan teman saya yang masuk jurusan kriminologi pun diledek banyak orang sebagai “asal sekolah”. Tetapi ternyata, dengan situasi sosial Indonesia sekarang ini, ternyata sosiolog dan kriminolog mendapat tempat yang sangat baik di masyarakat. Mereka sering diminta berbicara sebagai nara sumber di televisi atau seminar untuk mengomentari masalah sosial di Indonesia saat ini.

Setelah tahu apa yang terjadi di luar diri kita, seperti profesi apa saja yang ada di masyarakat, tinggal kita mengamati diri kita sendiri. Apa bidang yang kita minati, di mana letak kekuatan dan kelemahan kita, sampai di mana kemampuan kita? Banyak sekolah yang menyelenggarakan tes minat dan bakat bagi siswanya sebelum penjurusan. Tes minat dan bakat bertujuan membantu para siswa tadi untuk menemukan bidang apa yang diminati dan sesuai dengan kemampuannya, menentukan mau jadi apa kelak, sehingga dapat memilih jurusan yang paling cocok. Penjurusan ini bertujuan untuk membuat kita dapat lebih focus mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan profesi yang dicita-citakan, yang akan lebih kita dalami lagi nanti di perguruan tinggi.

Kalau sekolah kita menyelenggarakan semacam tes ini, kita dapat memanfaatkannya semaksimal mungkin untuk benar-benar menggali potensi diri kita. Terapi Otak dengan guru, wali kelas atau psikolog akan sangat membantu kita agar untuk mendapatkan yang terbaik.

Kita harus selalu ingat bahwa yang terbaik bagi kita belum tentu sama dengan orang lain bahkan sahabat kita. Misalnya begini, Budi berpotensi besar dalam bidang masak memasak, dan selama ini memang memasak menjadi hobinya, dia tidak perlu ragu untuk meneruskan sekolah di bidang perhotelan walaupun Sari, pacarnya, akan masuk fakultas teknik jurusan perminyakan karena memang ini yang sesuai dengan minat dan kemampuannya. Jangan sampai kita memaksakan diri untuk memilih suatu jurusan hanya biar bisa bareng dengan sahabat atau pacar kita. Iya kalau kita bisa betah dan cocok di situ, kalau enggak, kan kita sendiri yang rugi?

Jaman sekarang ini, nggak ada lagi yang namanya profesi cowok atau profesi cewek. Nggak masalah buat cowok untuk belajar masak atau gunting rambut, seperti juga tidak ada salahnya cewek belajar teknik mesin atau peternakan. Kita nggak perlu malu berbeda dari orang lain, kalau kita yakin bahwa kita memang akan sukses di bidang yang akan kita geluti ini.

Kadang kala kita juga harus bersikap realistis, kalau ternyata kemampuan kita terbatas, baik karena kendala fisik maupun intelektual, sehingga tidak dapat meraih apa yang kita cita-citakan sejak kecil. Sekaranglah saatnya untuk memikirkan kembali dan merevisi impian masa depan kita. Misalnya, Deni sejak kecil ingin menjadi pilot, tetapi ternyata semakin dia dewasa, kaca matanya semakin tebal, atau Dini yang dari kecil bercita-cita jadi dokter tetapi setelah di SMU nilai biologi dan fisikanya selalu rendah dan dia malah meraih nilai tinggi di pelajaran akuntansi. Mereka tidak perlu ragu-ragu untuk banting setir dan memilih jurusan yang sesuai dengan bakat dan kemampuan mereka.

Selain kemampuan fisik dan intelektual, kemampuan finansial juga harus diperhatikan. Biaya pendidikan di Indonesia termasuk tinggi. Biaya pendidikan ini mencakup uang kuliah dan harga buku yang harus dibeli untuk menunjang kegiatan belajar. (Membandingkan biaya pendidikan di Indonesia dengan di luar negeri tentunya harus dilihat sebagai perbandingan antara penghasilan per kapita orang Indonesia dengan biaya pendidikan, bukan hanya dilihat dari perbandingan antara biaya pendidikan di Indonesia dengan di negara lain bila dinilai dalam dolar karena hal ini hanya akan menghasilkan perbandingan yang menyesatkan).

Apakah orang tua kita akan mampu membiayai pendidikan kita? Apakah kita bisa membiayai sendiri pendidikan kita dengan bekerja sambilan, misalnya? Kalau mampu, sampai seberapa kemampuan itu? Apakah cukup untuk kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) yang biayanya cenderung lebih murah karena disubsidi pemerintah, atau cukup juga untuk membiayai kuliah di perguruan tinggi swasta (PTS) kalau ternyata kita tidak lulus UMPTN atau jurusan yang kita inginkan tidak tersedia di PTN? Apabila sekolah yang kita inginkan terdapat di luar kota tempat kita dan ortu tinggal sekarang, mampukah kita membayar pemondokan dan biaya lain yang harus dikeluarkan selama kita belajar? Semua itu harus kita pertimbangkan masak-masak. Diskusikan secara terbuka dengan orang tua, sampai seberapa jauh kemampuan mereka menyekolahkan kita.

Walaupun masalah biaya harus dipikirkan, jangan sampai hal ini menghalangi cita-cita kita. Banyak institusi, baik sekolah maupun korporasi yang menawarkan program beasiswa. Untuk itu, kita perlu mencari tahu, di mana saja perguruan tinggi yang menawarkan beasiswa. Beberapa perguruan tinggi kedinasan menawarkan pendidikan tanpa dipungut biaya dengan catatan para siswanya setelah lulus akan menjalani ikatan dinas untuk bekerja pada instansi pemerintah tertentu. Beberapa perusahaan juga menawarkan beasiswa dengan cara mendanai biaya kuliah siswa yang berpreatasi kemudian merekrut siswa itu untuk bekerja di perusahaan tersebut setelah lulus.

Beberapa negara sahabat, seperti misalnya Jepang, juga menawarkan program beasiswa bagi lulusan SMU untuk belajar di negara itu. Ini merupakan kesempatan emas yang sayang untuk disia-siakan. Biasanya kedutaan besar mereka mengirim surat ke sekolah-sekolah tertentu untk menawarkan kesempatan ini. Tapi kalau sekolah kita tidak ditawari, bukan berarti kita nggak boleh daftar. Siapa tahu mereka memang belum punya alamat sekolah kita. Kitalah yang harus aktif mencari informasi, misalnya dengan mencari di internet.

Satu hal lagi, tidak ada yang mengharuskan kita meraih gelar sarjana. Tidak semua profesi harus diraih dengan kuliah di universitas sampai kita meraih gelar sarjana. Beberapa program diploma menawarkan pengajaran yang dapat membuat siswanya siap bekerja. Misalnya, akademi sekretari, akademi komputer dan akademi pariwisata. Sekolah-sekolah itu menawarkan ilmu praktis dan kita bisa langsung mendapatkan pekerjaan segera setelah lulus. Semuanya terpulang kembali kepada kita, apa keinginan kita dan sampai sejauh mana kemampuan kita.

Nah, kalau setelah mempertimbangkan minat, bakat dan kemampuan, kita sudah yakin kita mau jadi apa, sekarang tinggal bagaimana mencapai cita-cita kita itu. Kita tentunya sadar bahwa, apapun yang kita inginkan, kita bukan satu-satunya orang yang ingin meraih hal itu. Kita akan berhadapan dengan situasi persaingan yang ketat. Jangan memilih sekolah hanya karena ingin mencari bidang yang saingannya sedikit dan bukan karena kita memang tertarik pada bidang itu. Intinya, jangan takut bersaing.

Hadapilah persaingan dengan wajar, dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Caranya? Ya belajar. Belajar bisa dilakukan sendiri atau berkelompok, dengan berdiskusi dan tanya jawab dengan teman. Kalau kita punya uang cukup, kita juga bisa bergabung dengan bimbingan tes masuk perguruan tinggi. Hal ini sering kali menolong karena bimbingan tes semacam ini punya berbagai macam soal dan mengajarkan trik-trik menjawab pertanyaan ujian. Akan tetapi, kalau ini terlalu mahal, kita juga bisa membeli buku kumpulan soal UMPTN/PTS dan belajar sendiri atau mendiskusikannya dengan teman lain. Atau, mungkin kita bisa menimba ilmu dari teman yang ikut bimbingan tes. Pokoknya, banyak deh, cara untuk belajar!

Kalau sudah tahu apa yang kita mau, sudah belajar dan berusaha sebaik mungkin, sisanya tentu tinggal kita pasrahkan kepada Tuhan. Karena bagaimanapun, manusia berusaha, Tuhan yang menentukan. Semoga sukses meraih cita!

Guntoro Utamadi dan Paramita Muljono


( Dapatkan CD terapi gelombang otak general brainwave,klik link di bawah ini......)
Sumber : www.gelombangotak.net/detail/general-brainwave-kumpulan-audio-terapi-gelombang-otak.26

Label: , , , ,

Kamis, 14 Juli 2011

KEKERASAN DALAM PACARAN (KDP)

Kekerasan dalam pacaran? Yang bener aja! Dimana mana yang namanya pacaran khan buat seneng seneng, isinya cinta cintaan, rayu rayuan, saling menunjukkan perhatian, memberi support, dll, emang ada pacaran isinya tonjok tonjokan? Hmmm….kalo kamu berpikiran begitu, berarti kamu ketinggalan jaman! Sekarang semakin banyak kasus muncul yang berkaitan dengan tindak kekerasan dalam pacaran. Jadi yang namanya pacar, yang mestinya mencintai kita, melindungi dan sebagainya, malah sering merongrong kita, melakukan kekerasan baik fisik maupun mental, dan malah membuat kita menderita. Siapa sih yang biasa jadi korban beginian? Jangan bosen ya dengan jawaban : perempuan.  Lagi lagi perempuan yang jadi korban kekerasan. Tentu saja laki laki juga bisa jadi korban kekerasan dalam pacaran ini, cuman “untungnya” jumlahnya sedikit. Alasannya, ya sekali lagi karena laki laki menganggap perempuan lemah, dan penurut.

Sebenarnya apa sih yang dimaksud kekerasan dalam pacaran?

Perilaku atau tindakan seseorang dapat digolongkan sebagai tindak kekerasan dalam percintaan/ pacaran apabila salah satu pihak merasa terpaksa, tersinggung dan disakiti dengan apa yang telah dilakukan oleh pasangannya baik dalam hubungan suami istri atau pada hubungan pacaran.
Kadang hal ini banyak juga yang menyangkal, apa ada kekerasan dalam pacaran?  Apapun yang dilakukan orang dalam pacaran itu khan atas dasar suka sama suka, awalnya saja dari ketertarikan, nggak luculah kalo sampai muncul kekerasan .  Tapi jangan salah, kasus kekerasan dalam pacaran memang ada dan ini juga bukan lelucon.  Memang benar kasus – kasus kekerasan dalam pacaran ini kurang terexpose, so nggak heran kalo masih banyak yang nggak percaya.

Nah biar nggak penasaran kita simak saja seperti apa sebenarnya makhluk yang bernama kekerasana dalam pacaran ini.
Suatu tindakan dikatakan kekerasan apabila tindakan tersebut sampai melukai seseorang baik secara fisik maupun psikologis, bila yang melukai adalah pacar kamu maka ini bisa digolongkan tindak kekerasan dalam pacaran.  Tindakan melukai secara fisik misalnya dengan memukul, bersikap kasar, perkosaan dan lain – lain, sedangkan melukai secara psikologis misalnya bila pacarmu suka menghina kamu, selalu menilai kelebihan orang lain tanpa melihat kelebihan kamu, , cemburu yang berlebihan dan lain sebagainya.  Namun bentuk kekerasan yang paling sering terjadi adalah kekerasan seksual bisa berupa pelecehan seksual secara verbal maupun fisik, memaksa melakukan hubungan seks, dlsb.

Menghadapi kekerasan dalam pacaran seringkali lebih sulit bagi kita, karena anggapan bahwa orang pacaran pasti didasari perasaan cinta, simpati, sayang dan perasaan perasaan lain yang positif. Sehingga kalau pacar kita marah marah dan membentak atau menampar kita, kita pikir karena dia memang lagi capek, lagi kesel, bad mood atau mungkin karena kesalahan kita sendiri, sehingga dia marah. Hal klasik yang sering mucul dalam kasus kekerasan dalam pacaran adalah perasaan menyalahkan diri sendiri dan merasa “pantas” diperlakukan seperti itu. Pikiran seperti “ah mungkin karena saya memang kurang cantik, sehingga dia sebel”, atau “ mungkin karena saya kurang perhatian sama dia” , “ mungkin karena saya kurang sabar” dan lain lain, sehingga dia jadi “ketagihan” merendahkan dan melakukan terus kekerasan terhadap pasangannya.

Faktor pemicu kekerasan dalam pacaran

Pengaruh keluarga sangat besar dalam membentuk kepribadian seseorang.  Masalah – masalah emosional yang kurang diperhatikan oleh orang tua dapat memicu timbulnya permasalahan bagi individu yang bersangkutan di masa yang akan datang.  Misalkan saja sikap kejam dari orang tua, berbagai macam penolakan dari orang tua terhadap keberadaan anak, dan juga sikap disiplin yang diajarkan secara berlebihan.  Hal – hal semacam ini akan berpengaruh pada model peran ( role model ) yang dianut oleh anak tersebut pada masa dewasanya.  Bila model peran yang dipelajari sejak kanak – kanak tidak sesuai dengan model yang normal atau model standart, maka perilaku semacam kekerasan dalam pacaran inipun akan muncul. Banyak sekali bukti yang menunjukkan hubungan antara perilaku orangtua dengan kepribadian anak di kemudian hari. Rata rata pelaku kekerasan dalam rumah tangga pada masa kecilnya sering mendapat atau melihat perlakukan yang kasar dari orangtuanya, baik pada dirinya, saudaranya, atau pada ibunya. Walaupun secara logika dia membenci perilaku ayahnya, akan tetapi secara tidak sadar perilaku itu terinternalisasi dan muncul pada saat dia menghadapi konflik.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah penerapan disiplin yang berbeda antara ayah dan ibu.  Perbedaan yang terlalu mencolok, misal ayah terlalu keras, sementara ibu terlalu lemah, akan mempengaruhi nilai – nilai yang dianut, kontrol diri dan perilaku yang akan ditampilkannya secara konsisten sepanjang hidupnya.

Lingkungan sekolah

Oleh masyarakat , sekolah dipandang sebagai tempat anak belajar bersosialisasi, dan memperoleh pendidikan dan ketrampilan untuk dapat hidup dengan baik di masyarakat.  Sayangnya yang kurang disadari adalah kenyataan bahwa di sekolah pulalah individu bersosialisasi dengan anak – anak lain yang berasal dari latar belakang yang beraneka.  Bila seseorang ini, tidak mampu menyesuaikan diri , maka akan muncul konflik dalam diri. Bila ia tidak mampu melakukan kontrol diri maka akan cenderung memicu perilaku agresif diantaranya berbentuk kekerasan dalam pacaran (KDP).
Hal hal yang lain seperti pengaruh media massa, TV atau Film juga dipandang memiliki sumbangan terhadap munculnya perilaku agresif terhadap pasangannya.

Hal yang khas yang sering muncul dalam kasus kasus kekerasan dalam pacaran adalah bahwa korban biasanya memang cenderung lemah, kurang percaya diri, dan sangat mencintai pasangannya. Apalagi karena sang pacar, setelah melakukan kekerasan (menampar, memukul, nonjok, dll) biasanya terus menunjukkan sikap menyesal, minta maaf, dan berjanji tidak akan mengulangi tindakan dia lagi, dan bersikap manis kepada pasangannya. Pada saat inilah, karena si cewek sangat mencintainya, dan dia berharap sang pacar akan benar benar insaf, maka dia serta merta memaafkannya, dan hubungan diharapkan bisa berjalan lancar kembali. Padahal yang namanya kekerasan dalam pacaran ini seperti sesuatu yang berpola, ada siklusnya. Seseorang yang memang pada dasarnya punya kebiasaan bersikap kasar pada pasangan, akan ada kecenderungan untuk mengulanginya lagi, karena hal ini sudah menjadi bagian dari kepribadiannya, dan merupakan cara dia untuk menghadapi konflik atau masalah.

Apakah perilaku dia bisa bener bener berubah?

Bisa kalau memang dia mau menjalani sebuah “ Terapi Otak” . Terapi Otaknya tidak harus dengan psikolog
Atau psikiater, akan tetapi harus dengan kemauan yang tulus untuk merubah situasi, dan dengan bantuan pasangannya. Hal pertama yang dia harus pahami benar adalah sebab atau latar belakang dia berperilaku seperti itu. Apakah ada riwayat hubungan dengan orangtuanya yang buruk, atau hal hal lain yang berhubungan dengan tidakan kekerasan yang dialaminya pada saat dia kanak kanak? Riwayat tersebut dgunakan untuk mendasari pemahaman mengapa dia menggunakan cara menghadapi masalah (coping behavior) seperti itu, sehingga bisa memperkuat upaya dia untuk berubah. Selanjutnya dia perlu berlatih untuk menghadapi emosi, mengendalikannya sehingga tidak muncul dalam bentuk yang merusak dan merugikan diri sendiri dan pasangannya. Ada banyak latihan mengendalikan amarah/emosi, misalnya dengan Yoga, latihan pernafasan, dll.

Bagaimana kalau dia tidak bisa/tidak mau berubah?

YA, kalau dia tidak berubah juga, berarti keputusan ada pada pasangannya. Apakah mau mengambil resiko dengan terus berhubungan dengan orang seperti itu, atau segera ambil keputusan untuk meninggalkan dia dan cari orang lain yang lebih sehat mentalnya dan sayang pada kita. Kalau pacar kamu tipe cowok beginian, kamu memang harus pikir masak masak deh, apa memang bener dia pria yang kamu cinta? Karena percayalah tidak ada satu orang pun di dunia ini yang berhak menyakiti kamu, atau merasa punya alasan untuk berbuat kasar kepadamu walaupun dia itu pacar kamu yang kamu cintai setinggi langit. Jadi kalau hal ini menimpa kamu, kamu harus yakin bahwa hidupmu adalah milik kamu sendiri, dan keputusan untuk tetap menjalin hubungan sama dia tau tidak, semua tergantung pada dirimu, bukan karena kamu nggak pede, atau karena kamu dipaksa.

Nah buat temen temen cowok hati hati dengan kecenderungan untuk berperilaku kasar, apalagi kalau kalian punya latar belakang seperti yang dijelaskan di atas. Cepet cepet cari bantuan, atau lakukan latihan mengendalikan emosi, supaya tidak menjadi pelaku kekerasan dalam pacaran atau rumah tangga, dan menyakiti orang yang kita sayangi. Kalau nggak, takutnya nanti nggak bakal ada cewek yang mau sama kita lho…

Guntoro Utamadi dan Paramita Muljono

( Dapatkan CD terapi gelombang otak self progamming,klik link di bawah ini.......)
Sumber : www.gelombangotak.com/Merubah_diri_hipnotis.htm

Label: , , ,

Kehamilan, Bagaimana Bisa Terjadi?

Kehamilan akan terjadi apabila sel telur yang dikeluarkan sebulan sekali oleh perempuan yang masih dalam usia subur dibuahi oleh sperma yang dikeluarkan laki laki. Secara normal, pertemuan antara sperma dan sel telur ini terjadi melalui hubungan seksual antara laki laki dan perempuan. Pembuahan terjadi di dalam rahim ketika perempuan sedang berada pada masa subur.
 
Apa yang dimaksud dengan masa subur?

Masa subur adalah waktu di mana sel telur yang telah matang potensial untuk dibuahi oleh sperma. Pada seorang perempuan usia subur, setiap bulannya secara teratur akan terjadi pematangan satu atau lebih sel telur. Cara menghitung masa subur misalnya seseorang dengan siklus normal yaitu 28 hari maka ovulasi diperkirakan akan terjadi pada 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Untuk melihat rata-rata siklus menstruasi dicatat selama 3 bulan berturut-turut. Tetapi bila siklus menstruasinya tidak teratur 28 hari maka perlu ada penghitungan khusus.
 
Bagaimana terjadinya proses kehamilan ?

Proses ini diawali dengan proses pembuahan (konsepsi), di mana sel telur yang matang setelah ovulasi berada di tuba falopii dibuahi oleh sperma, yang kemudian disebut zigot. Kemudian terjadilah pembelahan zigot menjadi 2, 4, 8 dan seterusnya, sehingga ukurannya semakin besar, sambil berjalan dari tuba ke rongga rahim, yang memakan waktu sekitar 6 hari. Di rongga rahim maka calon janin ini akan menempel pada dinding rahim (proses nidasi). Setelah terjadi nidasi barulah dapat dikatakan terjadi kehamilan.

Apakah selama proses tersebut juga terjadi perubahan pada hormon?


Dalam proses tersebut di ovarium juga terjadi perubahan-perubahan hormonnya. Salah satu hormon yang meningkat adalah HCG, yang keluar di air kemih dan dideteksi sebagai tes kehamilan yang umum digunakan saat ini.

Pada usia berapa sebaiknya perempuan hamil pertama kali?

Sebaiknya kehamilan pertama terjadi pada usia antara 20-30 tahun karena pada usia itu seorang perempuan telah siap baik secara fisik maupun mental. Akan tetapi karena saat ini pelayanan kesehatan semakin membaik, dan perempuan hamil bisa secara rutin memeriksakan kehamilannya, maka banyak juga perempuan yang hamil diatas usia 30 tahun, bahkan sampai 40 th.

Perubahan apa saja yang terjadi apabila seorang wanita dinyatakan hamil ?

Pada dasarnya perempuan hamil adalah orang yang sehat, tetapi memang ada beberapa perubahan yang terjadi yang dapat mempengaruhi kesehatan baik secara fisik maupun mental, walaupun dapat berbeda pada tiap perempuan dan pada tiap kehamilan (anak pertama dapat berbeda dengan anak kedua). Akibat perubahan sistem hormonal dapat terjadi rasa mual, lalu muntah, pusing yang biasanya pada usia kehamilan awal, ini dapat diatasi dengan makan dalam porsi kecil tetapi sering dan menghindari makanan dengan bau dan rasa yang menyengat. Sering kali juga terjadi peningkatan pigmentasi terutama di kulit daerah tertentu misalnya payudara, leher dan wajah. Gejala ini tidak perlu penanganan khusus karena akan menghilang sendiri setelah melahirkan.

Apa saja yang harus dilakukan seorang wanita selama kehamilan ?

Selama kehamilan pemeriksaan ke bidan atau dokter minimal dilakukan sebanyak 4 kali, untuk mendeteksi adanya kelainan baik ibu maupun janin. Hal-hal yang perlu dideteksi setiap pemeriksaan antara lain tekanan darah, kadar haemoglobin, tungkai bengkak atau tidak, pembesaran rahim dan perkembangan janin termasuk posisi dan detak jantung janin, gejala yang perlu mendapatkan perhatian adalah adanya perdarahan, pembengkakan tungkai berlebihan. Pola makan perlu mendapat perhatian baik jumlah maupun komposisi, istirahat cukup, aktivitas fisik tidak perlu dibatasi ketat dan disesuaikan dengan kondisi ibu. Kebersihan sangat perlu dijaga untuk mencegah infeksi misalnya di gigi, perawatan payudara untuk persiapan menyusui terutama puting susu diupayakan keluar dengan pemijatan setiap kali mandi. Buang air kecil yang sering akan dialami pada trimester pertama dan ketiga akibat penekanan rahim ke kandung kencing. Buang air besar diupayakan selalu lancar dengan minum banyak, makanan cukup serta dan olah raga teratur.

Mengapa kondisi mental ibu hamil perlu dijaga ?

Penting juga memperhatikan kondisi mental karena pada beberapa orang ada yang memiliki persepsi bahwa kehamilan adalah sesuatu yang tidak normal, sehingga dapat terjadi depresi. Dukungan dari orang-orang dekat seperti pasangan, keluarga, teman dan masyarakat sangat membantu.


( Dapatkan CD terapi gelombang otak addiction treatment,klik link di bawah ini......)
Sumber : www.gelombangotak.com/menghilangkan_kecanduan_alkohol_merokok.htm

Label: , , , ,

Rabu, 13 Juli 2011

Kalau Keluarga Kita Jadi Korban Napza...

Sebelumnya kita udah membahas seputar masalah Napza (narkotik, psikotropika, dan zat adiktif lainnya), apa jenisnya, apa bahayanya dan bagaimana mengatakan tidak. Sekarang, gimana dong kalau sudah telanjur? Apa yang harus dilakukan kalau keluarga atau temen kita menjadi korban Napza? Ke mana musti mencari pertolongan?Ada hal-hal yang biasanya merupakan tanda-tanda awal atau gejala dini dari seseorang menjadi korban kecanduan Napza, yaitu:

1. Tanda-tanda fisik:

Kesehatan fisik dan penampilan diri menurun. Badan kurus, lemah, malas, dan nafsu makan tidak ada. Suhu badan tidak beraturan. Dalam keadaan yang sudah parah, pernafasan lambat dan dangkal, pupil mata mengecil, warna muka membiru, tekanan darah menurun, kejang otot, kesadaran makin lama makin menurun.

2. Tanda-tanda di rumah:

a. Membangkang terhadap teguran orang tua.

b. Tidak mau mempedulikan peraturan keluarga

c. Mulai melupakan tanggung jawab rutinnya di rumah

d. Malas mengurus diri (tidak mau membereskan tempat tidur, malas mandi, sering tidur, malas menggosok gigi, kamar berantakan, malas membantu)

e. Sering tersinggung dan mudah marah

f. Sering berbohong

g. Banyak menghindar pertemuan dengan anggota keluarga lainnya karena takut ketahuan bahwa ia menggunakan narkotika. Banyak mengurung diri di kamar dan menolak diajak makan bersama-sama anggota keluarga lainnya

h. Bersikap lebih kasar terhadap anggota keluarga lainnya dibandingkan dengan sebelumnya

i. Pola tidur berubah: pagi susah dibangunkan, malam suka bergadang

j. Menghabiskan uang tabungannya dan selalu kehabisan uang (bokek)

k. Sering mencuri uang dan barang-barang berharga di rumah, dan ini sering tidak diketahui

l. Sering merongrong keluarganya untuk minta uang dengan berbagai alasan

m. Berubah teman dan jarang mau mengenalkan teman-temannya

n. Sering pulang lewat jam malam dan menginap di rumah teman

o. Sering pergi ke disko, mall atau pesta

p. Bila ditanya sikapnya defensif atau penuh kebencian

q. Sekali-sekali dijumpai dalam keadaan mabuk, bicara pelo (cadel) dan jalan sempoyongan

r. Ada obat-obatan, kertas timah, bau-bauan yang tidak biasa di rumah (terutama kamar mandinya atau kamar tidurnya), atau ditemukannya jarum suntik, namun ia akan mengatakan bahwa barang-barang itu bukan miliknya

3. Tanda-tanda di sekolah:


a. Prestasi di sekolah tiba-tiba menurun mencolok

b. Membolos sekolah, tidak disiplin

c. Perhatian terhadap lingkungan tidak ada

d. Sering kelihatan mengantuk di sekolah

e. Sering keluar dari kelas pada waktu jam pelajaran dengan alasan ke kamar mandi

f. Sering terlambat masuk ke kelas setelah jam istirahat

g. Mudah tersinggung dan mudah marah di sekolah

h. Sering berbohong

i. Meninggalkan hobi-hobinya yang terdahulu (misalnya kegiatan ekstrakurikuler dan olahraga yang dulu digemarinya)

j. Mengeluh karena menganggap keluarga di rumah tidak memberikan dirinya kebebasan, atau menganggap keluarga di rumah terlalu menegakkan disiplin

k. Mulai sering berkumpul dengan anak-anak yang "tidak beres" di sekolah

l. Sekali-sekali di jumpai dalam keadaan mabuk, bicara pelo (cadel) dan jalan sempoyongan

Apa yang harus kita lakukan bila benar keluarga kita menjadi korban Napza?


Bantuan yang dapat kita berikan tentunya sangat tergantung pada kondisi korban. Apabila kita menemukannya dalam keadaan tidak sadarkan diri, tentunya harus segera kita bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Kita tahu bahwa seseorang yang kecanduan hampir tidak mungkin menyembuhkan dirinya sendiri, karena itu ia sangat membutuhkan bantuan dari orang-orang terdekatnya. Walaupun ia membutuhkan bantuan, tidak jarang ia tidak mengakuinya, karena seperti yang sudah kita bahas minggu lalu, bagi orang yang sedang kecanduan atau di bawah pengaruh obat-obatan, tidak ada yang lebih penting daripada memperoleh obat-obatan yang menyebabkan ia ketagihan itu. Ia cenderung tidak berpikir panjang, tidak memikirkan bagaimana caranya lepas dari ketergantungan itu apalagi memikirkan masa depan. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam menawarkan bantuan, jangan sampai membuat teman kita ini malah kehilangan kepercayaannya kepada kita sehingga tidak mau menerima pertolongan atau saran kita. Kita dapat menawarkan untuk mengajaknya mendapatkan bantuan berupa Terapi Otak atau rehabilitasi ketergantungan.

Rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan dilakukan dengan maksud untuk memulihkan dan/atau mengembangkan kemampuan fisik, mental dan sosial penderita, baik melalui rehabilitasi medis maupun rehabilitasi sosial.

Untuk itu, kita bisa menghubungi alamat-alamat di bawah ini untuk mendapatkan bantuan atau untuk memperoleh keterangan lebih lanjut:


1. Yayasan Harapan Permata Hati Kita, Pimpinan David Gordon Psy CC ADC & Dra Joyce Djaelani Gordon. Baru saja pindah dari Cipayung ke Ciawi. Telepon: 0812-805987

2. Klinik Spesialis Pro Vitalitas, Pimpinan Dr Bertha Herlina. Jl Pelepah Hijau IV Blok TT1/1, Kompleks Kelapa Gading Sport Club, Kelapa Gading Permai, Jakarta 14240, Telp 4520192 Fax 45247777 e-mail provital@indo.net.id

3. Yayasan Darmasih, Pimpinan D Khumarga SH MM. Jl Cirebon No 10 Jakarta 10350, Telp 59401336 Fax 59401336

4. Yayasan PRNT (Pusat Rehabilitasi Narkotika Tangerang), Pimpinan H Een Endah Jl Wijaya Blok B-4 No 6 Kompleks Banjar Cipondoh, Tangerang, Telp 55752734

5. Yayasan PP Innabah VII/Putra-Putri, Pimpinan KH Anwar Mahmud, Kp Rawa, Ds Calingcing, Kec Sukahening, Pos Rajapolah Tasikmalaya 46155, Jawa Barat, Telp (0265) 450028

6. Yayasan Serba Bhakti PP Suryalaya da Bpk Utju Suparta Abah Anom Jl Ds Tanjungkerta, Kec Pagerjang, Tasikmalaya, Jabar.

7. Rumwattik Pamardisiwi PMJ, Jl MT Haryono No11 Cawang, Jakarta Timur, Telp 8092713

8. Forum Silahturahmi Prof Dr Dadang Hawari & Rekan, Pimpinan Doddy Priantomo Msc, Jl Tebet Barat I, Tebet Mas Indah E-5, Jakarta, dan Jl Cimandiri III Blok FF 8 No 4 Bintaro Jaya Sektor 6, Telp 8298885 8299857 Fax 8299857 Telp 7450144 Fax 7453607

9. RS Dharmawangsa, Pimpinan Prof Dr Susanto Wibisono, Jl Dharma Wangsa No 36 Kebayoran Baru, Jakarta, Telp 7394484

10. Rehabilitasi Krakatau (di bawah Titian Respati) Jl Pertamina Raya 73 Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Telp 7664471

11. Rehabilitasi Cherry House (di bawah Titian Respati) Jl Simpruk Golf XII D/21, Jakarta Selatan

12. Yayasan Pengasih Insan Karima, Pimpinan Usman Machmud, Jl Raya Cianjur-Sukabumi KM 15 Jawa Barat, Telp (0266) 260569, 261202
Guntoro Utamadi dan Paramita Muljono dari berbagai sumber 


( Dapatkan CD terapi gelombang otak general brainwave,klik link di bawah ini......)
Sumber : www.gelombangotak.com/General-Brainwave_Kumpulan_Semua_Audio_gelombang_Otak.htm

Label: , , ,