Senin, 18 Juli 2011

PERAWATAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT

 Gigi yang sehat adalah gigi yang rapi, bersih, bercahaya, dan didukung oleh gusi yang kencang dan berwarna merah muda. Pada kondisi normal, dari gigi dan mulut yang sehat ini tidak tercium bau tak sedap.Kondisi ini hanya dapat dicapai dengan perawatan yang tepat. Namun, oleh karena berbagai faktor (misalnya biaya dokter gigi yang relatif lebih mahal daripada dokter umum) kesehatan gigi seringkali tidak menjadi prioritas. Kita hanya pergi ke dokter gigi kalau keadaan gigi sudah parah dan rasa sakit tidak tertahankan lagi.
 
Padahal, gigi yang sudah dalam keadaan terinfeksi berat dapat mempengaruhi kesehatan secara umum. Selain itu, gigi yang tidak terawat juga menyebabkan nafas tidak segar yang ujung-ujungnya bisa menghambat pergaulan. Karena itulah, sebagai remaja (apalagi yang sedang melakukan pendekatan pada pujaan hati) kita harus tahu seluk beluk perawatan mulut dan gigi.
Mulut merupakan suatu tempat yang amat ideal bagi perkembangan bakteri. Bila tidak dibersihkan dengan sempurna, sisa makanan yang terselip bersama bakteri akan tetap melekat pada gigi kita dan akan bertambah banyak dan membentuk koloni yang disebut plak, yaitu lapisan film tipis, lengket dan tidak berwarna. Plak merupakan tempat pertumbuhan ideal bagi bakteri yang dapat memproduksi asam. Jika tidak disingkirkan dengan melakukan penyikatan gigi, asam tersebut akhirnya akan menghancurkan email gigi dan akhirnya menyebabkan gigi berlubang.
 Selain itu plak ini juga berpengaruh terhadap kesehatan jaringan pendukung gigi seperti gusi dan tulang pendukungnya. Hal ini disebabkan oleh bakteri yang menempel pada plak di atas permukaan gigi dan di atas garis gusi. Kuman-kuman pada plak menghasilkan racun yang merangsang gusi sehingga terjadi radang gusi, dan gusi menjadi mudah berdarah.
\Bila dibiarkan, keadaan ini dapat menjadi lebih buruk dengan bergeraknya gusi dari perlekatannya dengan gigi, sehingga mempengaruhi tulang pendukung dan ligamen (jaringan pengikat) sekitarnya dan menyebabkan tanggalnya gigi.

 Bau Mulut
 
Selain rasa sakit, akibat paling nyata dari buruknya kondisi mulut dan gigi adalah bau mulut. Bau mulut sendiri dapat disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal biasanya disebabkan oleh penyakit sistemik yang merupakan tanda-tanda adanya masalah kesehatan lain, seperti diabetes melitus, kelainan pada saluran pencernaan atau pernafasan, penyakit-penyakit pada kerongkongan.
Sedangkan faktor eksternal disebabkan oleh jenis makanan yang dimakan seperti pengaruh minuman kopi, alkohol, makanan berbumbu bawang putih atau bawang merah, faktor pembersihan gigi yang tidak optimal, dan kebiasaan merokok.
Mulut yang kering karena kurang minum air juga merupakan kontributor penyebab masalah bau mulut. Karena itulah, ketika bangun tidur di pagi hari bau mulut kita juga kurang sedap, yang segera hilang setelah kita sikat gigi dan minum air.
Akibat lain dari gigi tidak terawat
 Walaupun amat jarang terjadi, penyakit gigi terkadang dapat juga menyebabkan kematian. Gigi berlubang yang didiamkan dan tidak dirawat akan menjadi sumber infeksi dan dapat mempengaruhi kondisi organ lainnya.
 Bakteri dari gigi berlubang dapat terus menembus jaringan lebih dalam yang disebut pulpa gigi yang terdiri dari jaringan syaraf, pembuluh darah dan limfe. Bakteri kemudian menghancurkan seluruh pulpa, terkadang sampai tidak ada lagi jaringan pulpa yang masih hidup.
Keadaan ini memungkinkan terjadinya pembengkakan pada ujung akar berbentuk kantung yang disebut granuloma. Granuloma mengandung jaringan lunak, bakteri, nanah dan lain sebagainya, yang dapat tertekan dalam aliran darah sehingga terbawa ke bagian lain dari tubuh. Selain aliran darah, penyebaran bakteri atau nanah ini dapat juga melalui saluran limfe, hubungan langsung dengan saluran pernafasan dan saluran pencernaan.
Penyebaran bakteri ke daerah lain juga dapat menimbulkan penyakit seperti misalnya pada mata, hidung, jantung, persendian, sakit, penyakit pada saluran pencernaan. Keadaan ini disebut sebagai infeksi fokal.
 
Pemakaian orthodonti (kawat perata gigi)
 
Letak gigi yang tidak teratur menyebabkan makanan mudah terselip, sehingga pembersihan akan sangat tidak optimal. Hal ini dapat menyebabkan gigi berlubang, radang gusi dan bau mulut seperti dijelaskan di atas. Masalah inilah yang kemuddian diatasi dengan orthodonti atau kawat perata gigi. Perawatan orthodonti ini tidak semata-mata hanya memberikan nilai estetika tapi juga memberikan nilai kesehatan.
Namun sayangnya, sampai sekarang perawatan dengan pemakaian orthodonti ini masih relatif mahal, sehingga hanya dapat dijangkau oleh masyarakat golongan menengah ke atas. Kalau gigi kita tidak beraturan tapi orthodonti masih terlalu mahal untuk kita, maka jalan satu-satunya adalah melakukan perawatan kebersihan gigi dengan ekstra.
 
Perawatan kebersihan dan kesehatan gigi
 
Mulut sebenarnya sudah mempunyai sistem pembersihan sendiri yaitu air ludah. Akan tetapi, dengan makanan modern sekarang, pembersih alam ini tidak lagi dapat berfungsi. Kita dapat menggunakan sikat gigi sebagai alat bantu untuk membersihkan gigi. Pilih sikat gigi yang bulunya tidak terlalu keras karena akan dapat melukai gusi. Selain itu, besarnya sikat juga harus disesuaikan dengan besarnya rongga mulut kita.
Sikatlah gigi dengan gerakan memutar, karena selain membersihkan, gerakan ini juga tidak akan merusak gusi. Ketika menyikat gigi, sikat juga bagian atas lidah dengan sikat gigi. Pastikan mencapai bagian belakang.
Selain itu, kita bisa menggunakan benang gigi untuk menghilangkan sisa-sisa makanan yang ada di celah-celah gigi paling sedikit dua kali dalam sehari, terutama sehabis makan. Bila kita dalam situasi sangat terburu-buru dan tidak ada waktu yang cukup untuk melakukan hal di atas, bau mulut dapat dihilangkan secara sementara dengan penggunaan obat kumur, makan jeruk, apel, atau seledri.
Bersihkan karang gigi ke dokter gigi setiap enam bulan sekali dan periksakan secara teratur satu tahun sekali untuk kontrol gigi (dental check-up). Selain itu, berhenti merokok, mengurangi konsumsi gula, kopi dan alkohol, makanan berbumbu dan makanan berbau (seperti pete atau jengkol), serta minum banyak air putih akan membantu merawat gigi. 
Selain untuk perawatan rutin, kita harus segera mengunjungi dokter gigi jika keadaan mengalami salah satu atau lebih dari kondisi berikut:
 Bila mengalami bau mulut tidak sedap tanpa penyebab yang   jelas selama satu minggu, walaupun sudah menyikat gigi, lidah, gusi dan   melakukan pembersihan dengan benang gigi Bila mengalami bau mulut disertai sakit gigi; mungkin ada   gigi yang berlubang atau abses.
Bila gusi berdarah, karena ini bisa merupakan tanda-tanda   penyakit gusi.
Bila ada bau mulut disertai demam atau batuk dan lendir,   ini dapat merupakan gejala abses paru. Dalam hal ini, dokter gigi akan merujuk   kita ke dokter spesialis.

Nah teman-teman, jika kita merawatnya dengan benar, gigi akan bertahan lama, mulut sehat dan nafaspun segar. Selain itu, gigi yang rapi, bersih dan sehat memberikan kesan estetika yang tinggi dan menambah percaya diri kita.
drg. Trisna Budi Widjayanti dan Guntoro Utamadi, PKBI Pusat

{ Dapatkan DVD terapi gelombang otak untuk Menghilangkan Kecanduan & Kebiasaan Buruk, klik link di bawah ini.....}
 Sumber : www.gelombangotak.com/menghilangkan_kecanduan_alkohol_merokok.htm

Label: , , , ,

Jumat, 15 Juli 2011

KESEHATAN SEKSUAL ? Apa tuh?

Jangan heboh dulu deh! Mentang mentang ada kata “seksual” jangan terus pada panik. Sekarang khan memang udah waktunya kita enggak terlalu alergi lagi dengan istilah “seksual”, karena sebenarnya semakin kita paham artinya, semakin kita akan merasa bahwa bicara mengenai seksualitas bagi kita, para remaja, adalah sangat penting. Kesehatan reproduksi dan seksual adalah bagian penting dari hidup kita, yang akan sangat mempengaruhi kualitas diri kita sebagai manusia seutuhnya. Nah, setelah minggu kemarin kita membahas pentingnya ngomongin masalah seksualitas sama ortu, sekarang kita lanjutin dengan diskusi mengenai apa sebenarnya kesehatan seksual itu. Buat kalian kalian yang masih alergi atau menganggap seks adalah sesuatu yang kotor dan enggak pantas dibicarakan, simak aja terus, siapa tahu bisa ngasih gambaran baru.

WHO (World Health Organization) menjelaskan arti kesehatan seksual sebagai gabungan dari kondisi sehat secara fisik, emosi, intelektual serta sosial dalam hal seksualitas yang akan memperkaya kepribadian, kemampuan mengekspresikan cinta dan kasih saying serta kemampuan berkomunikasi . Sedangkan Menurut IPPF (International Planned Parenthood Federation), yang dimaksud kesehatan reproduksi/seksual adalah suatu kondisi yang mencakup kesehatan fisik, mental dan sosial, dalam arti bahwa kesehatan reproduksi enggak semata-mata ngebahas tentang struktur biologis cowok dan cewek aja, tetapi juga meliputi pengetahuan sistem dan fungsi reproduksi, penyakit menular seksual, HIV/AIDS, serta membongkar mitos-mitos seksualitas. Biasanya nih, terjadinya perilaku seksual yang tidak sehat pada remaja diawali dari kurang tepatnya informasi seks dan minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi/seksual. Kollaman 1998, dalam kajiannya menyebutkan bahwa perilaku seksual yang tidak sehat dan bertanggung jawab tersebut banyak menimbulkan persoalan kesehatan reproduksi seperti kehamilan yang enggak diinginkan, pengguguran kandungan dan tertularnya penyakit menular seksual (termasuk infeksi saluran reproduksi). Mereka yang sehat secara seksual memiliki kemampuan untuk melindungi diri mereka sendiri dari berbagai penyakit serta kehamilan yang tidak dikehendaki, sadar akan sikap dan perilaku seksual mereka, serta mampu bertanggungjawab terhadap perilaku seksual mereka. Mereka juga percaya bahwa mengembangkan kesehatan seksual adalah bagian dari upaya hidup sehat.

Enggak ada yang lebih penting lagi dari kesehatan seksual kita selain kemampuan bertanggung jawab terhadap apa yang kita lakukan pada tubuh kita. Menentukan nilai kita, menerapkannya serta menerima konsekuensi terhadap tindakan kita akan membantu kita menjaga rasa memiliki tubuh sendiri dan melindunginya dengan baik. Jadi kita musti ngerti dan paham betul resiko resiko berbahaya yang ujung ujungnya bisa merugikan diri sendiri atau orang lain.
Nah, sebagai remaja yang sehat secara seksual, kita bisa menerima dan menghargai diri dan tubuh kita, menghargai bagaimana bentuk tubuh kita, dan secara umum senang dan puas dengan penampilan kita. Kita musti tahu bagaimana cara kerja organ-organ tubuh kita sehingga kita jadi paham bagaimana menjaga agar semua organ tersebut bekerja dengan baik. Untuk mendapatkan kesehatan seksual, kita akan mengupayakannya misalnya dengan jalan makan dengan baik, olah raga, enggak merokok atau nge-drug, minum minuman beralkohol, serta melakukan pemeriksaan medis secara rutin dan mengembangkan perilaku seksual yang sehat. Singkat kata, bagaimana merawat dan menjaga tubuh kita dengan baik ! 

Satu hal yang penting dalam kesehatan reproduksi/seksual adalah bagaimana remaja bisa memahami anatomi dan fungsi organ reproduksi, bagi cewek seperti indung telur (ovarium), fimbria, saluran telur (tuba fallopii), rahim (uterus), mulut rahim (cervix), liang senggama (vagina) dan mulut vagina (vulva). Sedangkan untuk organ reproduksi cowok meliputi penis, uretra, buah zakar  (testis), saluran sperma (vas defferens), kelenjar prostat dan kelenjar seminalis, epidedemis, kandung kemih dan kantung zakar (scortum).

Sebagai remaja yang sehat secara seksual, kita juga mempelajari gimana sih kondisi yang normal pada tubuh kita, sehingga bisa membedakan kalau ada perubahan perubahan atau kondisi enggak normal yang mungkin merupakan awal dari sesuatu yang membahayakan. Kalau kita enggak ngerti kita mesti tahu kemana minta bantuan atau bertanya untuk mendapatkan informasi yang baik dan komplit.

Survei membuktikan, bahwa kebanyakan remaja sering kebingungan dengan perubahan yang terjadi pada tubuhnya, terutama kala memasuki masa pubertas. Orang bilang, masa remaja merupakan masa perubahan atau masa peralihan dari kanak-kanak menjadi dewasa. Masa itu tentu disertai dengan perubahan fisik seperti tumbuhnya rambut di daerah ketiak dan kelamin, tubuh yang kian berbentuk (bagi cewek payudara membesar sedangkan cowok badanya lebih berotot) serta berfungsinya alat-alat reproduksi. Hal paling jelas adalah kalau cewek dia akan mengalami menstruasi, sedangkan kalau cowok tentu saja mimpi basah. Nah, masalahnya adalah, apakah kita udah bener-bener paham terhadap berbagai konsekuensi serta resiko yang berkaitan dengan perkembangan tersebut? Yang jelas, kalau kita udah mens atau mimpi basah berarti secara reproduktif kita udah matang. Kalau melakukan hubungan seksual ya berarti bisa hamil. Pada saat masa puber dorongan seksual kita menggebu-gebu dan sangat mudah terangsang. Cuman masalahnya pada saat itu kita belum boleh melakukan hubungan seksual karena kita belum siap berumah tangga, memelihara anak, dan menjadi orangtua. Yang jelas, secara emosional, finansial, dan sosial kita enggak siap. Nah, makanya kita musti tahu bagaimana caranya mengelola dorongan seksual kita dengan baik sehingga enggak membahayakan diri kita. Kemampuan mengelola dorongan seksual inilah yang juga akan membedakan tingkat kesehatan seksual kita dengan orang lain.

Sehat secara seksual berarti juga percaya diri, memiliki kemampuan mengemukakan pendapat, keinginan ataupun keberatan kita kepada orang lain, terutama pacar kita, misalnya. Hal ini akan tercermin pada kemampuan menolak ajakan atau paksaan melakukan perilaku seksual yang tidak sehat dan bertanggungjawab, serta kemampuan mengenali berbagai bentuk pelecehan seksual yang dikenakan padanya dan bersikap tegas terhadap perlakuan tersebut. Rasa tidak percaya diri, misalnya karena enggak puas dengan dirinya dan merasa enggak menarik, akan mengurangi kemampuan berkomunikasi yang sehat dengan orang lain. Hal ini menyebabkan kemampuan menjaga diri dan mengemukakan perasaan menjadi rendah. Jadi temen-temen, salah satu keahlian yang paling penting dalam menjaga kesehatan seksual kita adalah komunikasi.

Selama ini hal-hal yang berbau seks ditabukan, sehingga seringkali remaja enggak punya keberanian membicarakan masalah yang berkaitan dengan seksualitas, termasuk kelainan-kelainan yang mereka rasakan. Padahal, ketidaktahuan akan apa yang harus kita lakukan justru membawa kita kepada resiko yang mengancam kesehatan seksual kita termasuk ancaman kematian. Inget aja kata pepatah, malu bertanya sesat di jalan! Misalnya, ada cewek yang merasa ada benjolan di payudaranya: gara-gara malu dia diemin aja, dan enggak berusaha untuk membicarakannya dengan ortu, atau dokter. Padahal, benjolan itu bisa jadi merupakan tanda ketidaknormalan dan bisa jadi sangat berbahaya, misalnya kanker payudara. Keputihan, bisa jadi sesuatu yang normal, akan tetapi dalam kondisi tertentu bisa merupakan tanda infeksi yang berbahaya.

Pengetahuan dan kemampuan merawat organ reproduksi/seksual juga merupakan hal yang sangat penting dalam upaya mendapatkan kesehatan seksual. Kalau cewek udah menstruasi, bagaimana menjaga agar organ reproduksinya tetep bersih dan sehat? Bagaimana cara menggunakan pembalut dengan baik? Berapa kali harus diganti dalam sehari? Bagaimana memilih pakaian dalam yang sehat? Bagaimana melakukan pemeriksaan untuk diri sendiri? Berbagai macam hal praktis yang sederhana akan tetapi sangat penting diketahui ini jarang kita dapatkan dari ortu atau guru di sekolah. Demikian juga para cowok, penting lho mengetahui bagaimana memeriksa testis sendiri untuk mengetahui adanya kelainan, apa yang perlu dilakukan untuk menjaga kebersihan penis yang tidak disunat, dan lain sebaginya. Kalau temen-temen penasaran dan merasa banyak yang musti dipelajari tentang hal hal tersebut diatas, simak aja Curhat minggu depan, kami akan bahas satu persatu (asik khan?).

Nah temen-temen, ternyata kesehatan seksual maknanya enggak seserem yang kita bayangin kan? Makanya sekarang udah waktunya kita melihat seksualitas dengan cara lebih positif, enggak cuman ngebayangin yang “ngeres-ngeres” aja, dan mendukung program-program pendidikan seksualitas yang ada di sekeliling kita, kalau perlu ikut berpartisipasi, siapa tahu pengetahuan yang kita miliki selain berguna untuk diri kita sendiri juga akan bisa menyelamatkan hidup saudara kita, temen kita, atau orang-orang lain disekitar kita. Okay? Okay dong!

Guntoro Utamadi (PKBI Pusat) dan Tito (PKBI DIY)

( Dapatkan CD terpi gelombang otak Athletic performance,klik link di bawah ini......)
Sumber : www.gelombangotak.net/detail/athletic-performance-penampilan-atletis.27

Label: , , , ,